Kewalian (wilayah) adalah lebel yang melekat kepada seseorang yang dianggap wali atau calon wali Allah. Al-Quran merumuskan wali sebagai, orang mu’min yang menjadi kekasih Allah, atas kehendak Allah. Ada kecenderungan dan pemahaman yang “gegabah” dikalangan ummat Islam tentang kewalian seseorang.
Persepektif tasawuf memposisikan derajat kewalian sebagai salah satu masyiah Allah SWT. Para shufi dan mutashawwif meyakini “puncak terakhir kewalian adalah awal pertama kenabian” (nihayat al- Awliya’ awwal al-Anbiya’). Artinya, setinggi apapun derajat kewalian seseorang, tidak akan pernah menyamai derajat kenabian.
Komunitas shufi meyakini adanya proses bertahap bagi seseorang mencapai derajat kewalian. Karenanya, kewalian tidak didasarkan kepada kepemilikan sejumlah kelebihan-kelebihan dan keluarbiasaan lahiriah. Kewalian merupakan karunia Allah atas hamba-hambanya yang melakukan riyadhoh dan mujahadah secara istiqomah dan mudawamah, dalam kerangka mencapai tangga- tangga tertentu (maqam dan ahwal). Tujuan riyadhoh dan mujahadah semata-mata karena mengharapkan mardhatillah dan bukan tujuan selain Allah.
Judul Buku: Kepribadian Sang Wali Allah
Penulis: Drs. H. Suteja, M.Ag
Penerbit: Cirebon Publishing
Tahun: 2016
Jumlah Halaman: 249
Besar File: 1,00Mb
Download: Google Drive

0 Komentar